Korea Punya K pop I Jepang Punya Anime I China Punya Duanju I Indonesia Punya Apa?
Indonesia memiliki kekayaan budaya, kreativitas dan talenta yang sangat besar. Namun, tantangannya bukan hanya bagaimana menghasilkan karya, melainkan bagaimana mengubah kreativitas menjadi industri, bisnis, intellectual property atau IP, serta produk yang mampu memiliki nilai ekonomi di pasar global. Gagasan inilah yang coba dibawa melalui Indonesia Rising yang diluncurkan dalam rangkaian IdeaFest 2026. IdeaFest tahun ini mengusung tema “ReHumanize”, dengan fokus pada peran kreativitas, koneksi manusia dan inovasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Dalam agenda IdeaFest, isu tentang bagaimana budaya dan kreativitas Indonesia dapat memiliki pengaruh global juga menjadi salah satu pembahasan utama. Bahkan terdapat sesi “Turning Indonesia's Culture into Global Influence” serta “Nusantara for Global”, yang memperlihatkan semakin kuatnya perhatian terhadap potensi budaya dan kreativitas Indonesia untuk dibawa ke pasar dunia. Indonesia Rising diharapkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi baru. Bukan hanya menghasilkan produk kreatif, tetapi menciptakan rantai nilai dari ide, kreativitas, produksi, branding, intellectual property, distribusi hingga ekspor. Dengan pendekatan tersebut, seorang kreator tidak berhenti sebagai pembuat karya. Karya tersebut dapat berkembang menjadi brand, film, musik, fashion, game, animasi, desain, kuliner, hingga berbagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomi. Potensi ekonomi kreatif Indonesia sendiri sudah terlihat. Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Indonesia pada 2024 mencapai sekitar Rp1.611 triliun atau 7,28 persen PDB nasional. Sektor ini juga menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja, sementara ekspor ekonomi kreatif pada Januari hingga Oktober 2025 mencapai 26,68 miliar dolar Amerika Serikat. Artinya, ekonomi kreatif bukan lagi sekadar sektor budaya dan hiburan. Ia telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang menciptakan lapangan kerja, investasi, ekspor dan pertumbuhan ekonomi. Pengalaman negara seperti Korea Selatan dan Jepang menunjukkan bagaimana budaya dan kreativitas dapat menjadi instrumen untuk membangun pengaruh global. Musik, film, drama, fashion, game, desain hingga karakter dan intellectual property dapat berkembang menjadi sebuah ekosistem bisnis lintas industri. China juga menunjukkan bagaimana kreativitas, teknologi, platform digital dan industri manufaktur dapat saling terhubung untuk menciptakan produk dengan skala global. Pelajaran pentingnya bukan sekadar meniru negara lain. Tetapi bagaimana Indonesia membangun ekosistemnya sendiri dengan kekuatan budaya, kreativitas, teknologi dan karakter lokal. Di sinilah konsep Indonesia Rising menjadi penting. Ekonomi kreatif tidak berdiri sendiri. Kreator membutuhkan pembiayaan. Pelaku usaha membutuhkan pasar. Produk membutuhkan branding. Karya membutuhkan perlindungan intellectual property. Dan semuanya membutuhkan ekosistem distribusi yang mampu membawa produk Indonesia ke pasar global. Jika seluruh mata rantai tersebut dapat terhubung, ekonomi kreatif berpotensi berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang menciptakan nilai dari kreativitas Indonesia.
Video Terkait
Sharmila Yahya dukung kebijakan motor listrik
Berita & Informasi
2026-09-23
Sepetak Harapan Episode 01
Inspirasi
2015-07-06
Korea Punya K pop I Jepang Punya Anime I China Punya Duanju I Indonesia Punya Apa?
Berita & Informasi
2026-10-05
Ngopi Bareng Episode 01
Inspirasi
2015-07-06
Daya Beli Turun SHARMILA YAHYA beri strategi posko pangan TETAP UNTUNG
Berita & Informasi
2026-09-30
Ingin Terus Update?
Dapatkan update terbaru seputar ekonomi dan koperasi langsung di email Anda.